Paru-paru Seorang Remaja Gagal Berfungsi Akibat Vape

Seorang remaja berusia 17 tahun di Texas, Amerika Serikat harus menghabiskan waktunya 10 hari menggunakan alat yang menopang fungsi paru-parunya. Diklaim itu disebabkan oleh rokok elektrik atau yang biasanya disebut dengan vape.

Pada awalnya, Tryston Zohfeld terbangun dari tidurnya kemudian mengalami muntah hebat pada suatu pagi di bulan lalu. Ia juga mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis dan tidak jelas penyebabnya, kemudia ia demam, dan mudah sekali kelelahan.

Remaja tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter mengira bahwa kondisinya mirip dengan pneumonia, namun setelah melakukan CT scan ternyata hasilnya negatif.

Kondisi Tryston semakin memburuk, paru-parunya gagal untuk berfungsi secara mendadak. Remaja itu pun harus diintubasi atau dimasukkan tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru agar paru-parunya tetap berfungsi dengan baik.

Seluruh tim medis juga mencurigai bahwa vape yang diakui Tryston telah dikonsumsinya sejak di kelas 8 diduga menjadi biang kerok dari gagalnya paru-paru Tryston.
"Kami tidak tahu pasti. Ada laporan literatur tentang pneumonitis hipersensitivitas akibat vaping," kata dokter yang menangani, dr Suzanne Whitworth dikutip dari DailyMail.

Setelah 10 hari diintubasi, paru-paru Tryston kembali pulih walaupun ia masih harus berjuang keras untuk bernapas dengan baik. Ia kehilangan 13 kilogram berat badan dan otot-otot kakinya ikut melemah, Tryston juga harus belajar berjalan kembali.


"Saya benar-benar diberi kesempatan kedua, dan segera setelah saya bangun dari koma itu, saya tahu apa yang ingin saya lakukan," ungkap Tryston.

Tryston berjanji bahwa tidak akan pernah nge-vape lagi dan akan menyarankan kepada teman-temannya untuk membuang vape mereka.