Hoax Atau Fakta ! Berjemur di Bawah Sinar Matahari Bisa Membunuh Virus

Hoax Atau Fakta ! Berjemur di Bawah Sinar Matahari Bisa Membunuh Virus
Dari sejak usia dini, kulit manusia telah terbiasa kontak langsung dengan sinar matahari. Tidak hanya baik untuk tubuh bayi, matahari juga bermanfaat untuk orang dewasa.

Tapi yang perlu masyarakat tahu adalah paparan cahaya atau sinar matahari tidak membunuh virus, bakteri atau kuman lainnya.

"Membunuh kuman bisa saja kita lakukan dengen menggunakan beberapa metode, salah satunya yang disebut penyinaran ultraviolet, cahaya matahari yang diberikan, mengingat panas bahkan direbus. Tetapi memang tidak benar bahwa matahari akan merebus virus layaknya makanan." kata ahli gizi Dr Tan Yen

Selain itu, Dr. Tan mengatakan sinar ultraviolet dan fakta-fakta dapat membunuh kuman masih dalam penelitian.

"Mungkin ketika di Cina, orang-orang mulai menggunakan desinfeksi UV untuk transportasi umum. Tapi itu masih belum pasti, "tambahnya.

Dr Tan menjelaskan bahwa menjemur badan dengan matahari hanya untuk memastikan tubuh mendapat cukup vitamin D3.

Vitamin D dapat diperoleh tanpa overdosis pada saat munculnya matahari pagi.

Selain itu, Dr Tan menjelaskan bahwa ada tiga jenis paparan sinar matahari ultraviolet, yaitu ultraviolet A, B dan C UV. Sementara tubuh manusia membutuhkan ultraviolet b.

"Dari Pengkajian ilmiah yang kami lakukan, sinar ultraviolet b mengandung provitamin D3, bahkan lebih, bersama dengan kolesterol di bawah kulit kita akan membentuk yang namanya vitamin D3. Ini adalah sumber dari kekebalan tubuh manusia, "katanya.


Vitamin D3, kata dia, telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah kanker juga baik bagi orang-orang dengan autoimun.

Meskipun paparan sinar matahari dikhawatirkan bisa menyebabkan kanker ultraviolet jenis A. Dr Tan menjelaskan, ultraviolet A memiliki sifat gelombang panjang.

"Fakta yang menyebutkan bahkan jika sinar matahari masih jauh dan belum nampak, misalnya, masih 6 atau setengah 6 dari sinar matahari disebut ultraviolet A gelombang dapat menembus permukaan bumi. Ultraviolet harus dihindari karena menyebabkan kanker dan keriput, "katanya.

Sementara ultraviolet B, di negara-negara tropis seperti Indonesia, bisa dirasakan sekitar jam 10 pagi.

"Pada jam 10, dia sudah panas. Jadi jangan di bawah sinar matahari untuk membakar. Buat berkulit terang, 15 menit sudah cukup. Jika kulit agak gelap jadi mungkin butuh waktu sekitar 20 menit, "pungkasnya.

0 Response to "Hoax Atau Fakta ! Berjemur di Bawah Sinar Matahari Bisa Membunuh Virus"

Post a Comment

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel