ac air conditioner alami alkohol aloe vera aloevera apartemen asuransi badan bahan alami bahaya baik baju baju gamis bali banjarmasin banyakmakan bar baru batminton bayi belanja beli berabdan berbuat baik berpikir bisnis blibli borneo botol bekas bra buah buah naga budaya bulutangkis bunga busana cacingan cantik cara mengatasi cemilan darah daur ulang diet dietsehat dingin ekonomi fashion feses flu food gamis gangguan pencernaan gejala gemuk haid haji hamil hangat hitam hobi hotel hotel medan hunian ibu ibu hamil indonesia infeksi investasi jajanan jalan kaki jantung jepang jual jual beli jubah kalimantan kanker kebijakan kecantikan kelenjar getah bening kemangi kesehatan ketuyung khas khasiat kolestrol kontrakan kopi korea koreaselatan kulit kuning kuningan kurma kurmamuda kurus lakilaki lemak lemakdalamdarah liburan lidah buaya lipid madu makan makanan makanankhas makanansehat manfaat manusia masa kini medan menstruasi merawat mewah minum minuman mobil mungil murah musim muslim naga nasi nasi tumpeng nutrisi olahraga online online shop online shop indonesia optimis pagi pakaian pakaian dalam panjang umur paru-paru payudara pemilu pemutih pemutih pakaian pensiun penyakit perawatan perempuan permainan perut pms popok populer pramenstruasi pria prilaku properti putih raket rambut rambut kering rokok elektrik ruam rumah ruthob sakit sakura salad saladsayur sarapan sayuran sehat sepatu sewa shop situs susu tanda teh teknologi tempattinggal terbaru terkini terpercaya tips tour tradisional travel trik tubuh tumpengan tutorial umrah umum umur unik update usia vans vape vaping viral virus wanita wisata

Berpikir Optimis Dapat Perpanjang Umur!


Berpikir Optimis Dapat Perpanjang Umur!

Pikiran adalah pusat dari segala hal yang terjadi pada manusia. Mulai dari membuat keputusan, perasaan, hingga pandangan terhadap sesuatu. Pandangan atau perspektif manusia bisa berupa pandangan positif atau negatif.
Bila seseorang memandang masa depan dengan positif, maka orang tersebut disebut juga sebagai orang yang optimis. Sementara orang yang memiliki pikiran negatif terhadap masa depan disebut sebagai orang yang pesimis. Sebuah studi di Amerika Serikat mengatakan bahwa orang yang optimis memiliki peluang lebih besar untuk panjang umur.

Harapan Hidup Lebih Panjang

Teori dari pernyataan ini adalah bahwa orang optimistik merasa lebih mudah untuk mengendalikan emosi. Hal tersebut membuat orang yang memiliki pikiran positif terhindar dari efek yang disebabkan oleh stres. Sehingga orang yang optimis lebih cenderung hidup mencapai usia 85 tahun atau lebih.

Penelitian di Amerika

Penelitian ini  mengukur tingkat optimis dari dua kelompok studi yang berbeda. Ada 70 ribu para wanita dari Studi Kesehatan Perawat, dan juga 1500 pria dalam Studi Kesehatan Veteran. Pertanyaan yang mereka ajukan tentang olahraga, diet, dan konsumsi rokok serta alkohol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pria dan wanita yang paling optimis memiliki jangka hidup 11 hingga 15 persen lebih lama. Mereka juga secara signifikan lebih mungkin untuk hidup hingga 85 tahun dibandingkan dengan orang yang tidak optimis.

Prof Lewina Lee, Profesor Psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, yang juga ikut berkontribusi dalam penelitian ini juga mengatakan bahwa meningkatnya optimisme dapat mendukung umur panjang dan penuaan yang sehat. Akan tetapi, sebenarnya belum diketahui alasan yang cukup tepat mengapa orang optimis tampak hidup lebih lama dari orang yang hidup nya pesimis.

“Bukti awal dari penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang lebih optimis cenderung memiliki tujuan dan kepercayaan diri untuk mencapainya, lebih efektif dalam penyelesaian masalah, dan mereka juga mungkin saja lebih baik dalam mengatur emosi mereka sendiri  selama situasi yang penuh akan tekanan,” kata Lewina Lee

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Prof Bruce Hood adalah seorang Ketua Psikologi Perkembangan dalam Masyarakat di Universitas Bristol, mengatakan bahwa penelitian ini juga menjadi bukti tentang manfaat berpikir positif. Ia menyebut penelitian lainnya yang menghubungkan efek stres pada komponen kromosom yang berkaitan dengan penuaan sel, risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
“Stres berdampak pada sistem kekebalan tubuh, dan karenanya ada kemungkinan berarti para optimis dapat mengatasi infeksi dengan lebih baik,” kata Bruce.


Bila seseorang memandang masa depan dengan positif, maka orang tersebut disebut juga sebagai orang yang optimis. Sementara orang yang memiliki pikiran negatif terhadap masa depan disebut sebagai orang yang pesimis. Sebuah studi di Amerika Serikat mengatakan bahwa orang yang optimis memiliki peluang lebih besar untuk panjang umur.

Post a Comment

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.

[blogger][facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.